SEJARAH PENGADILAN AGAMA KUPANG

  1. DASAR HUKUM

Peraturan Perundang-undangan yag menjadi dasar hukum terbentuknya Pengadilan Agama Kupang beserta wewenangnya adalah:

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1957 tentang Pembentukan Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah di luar Jawa Madura;
  2. Penetapan Menteri Agama Nomor 5 Tahun 1958 tentang Pembentukan Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah di Sulawesi, Nusa Tenggara dan Irian Barat;
  3. Undaang-undang Nomor 3 Tahun 1995 tentang Pembentukan 4 (empat) Pengadilan Tinggi Agama masing-masing di Bengkulu, Palu, Kendari dan Kupang;
  4. Undang-undang Nomor 4 Tahun 2004 yang telah diubah menjadi Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009;
  5. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama yang telah dirubah menjadi Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006 dan diubah dan ditambahkan menjadi Undang-undang Nomor 50 Tahun 2009;

Pengadilan Agama Kupang beerdiri pada tahun 1964 yang kebeeradaannya berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1960 yanggal 14 Nopembeer 1960. Pada saat itu Lembaga ini di beri nama Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah Kupang yang berkantor sementara pada kantor Urusan Agama Kprovinsi Nusa Tenggara Timur bertempat di Fontein.

Seiring dengan perkembangan waktu, maka pada tahun 1968 Kantor Urusan Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur (sekarang Kementerian Agama Nusa Tenggara Timur) pindah untuk menempati gedung baru di jalan raya El-Tari Kupang, sehingga secara otomatis Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah Kupang dapat proyek mendirikan gedung kantor diatas tanah milik Kantor Wilayah Departemen Agama Nusa Tenggara Timur bertempat di Jalan Tara El-Tari.

  1. WILAYAH YURIDIKSI

Yurisdiksi Pengadilan Agama Kelah I B Kupang adalah meliputi seluruh wilayah yang ada di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Rote Ndao dan Kabupaten Sabu Raijua.

Kemudian pada tahun 1982 Pengadilan Agama Kupang Masuk pada wilayah Yurisdiksi hukum Pengadilan Tinggi Agama Mataram berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 95 Tahun 1982 tanggal 28 Oktober 1982 tentang Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Mataram yang membawahi Provinsi Bali, Nusa Tenggara Baraat, Nusa Tenggara Timur dan Timor-Timur.

  1. Kondisi Wilayah
  2. Letak Wilayah Geografis Dan Demografis

Kondisi obyektif letak geografis dan demografis Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao dan Kabupaten Sabu Raijua masing-masing terletak pada posisi 99’ LS dan 10 57’ LS, sedang letak bujur adalah 124 11’BT dan 121 30’ BT, memiliki luas wilayah 7338, 72 km2 dengan jumlah penduduk seeuai dengan data terakhir tahun 2012 berjumlah 851.276 jiwa, dengan perincian pria berjumlah 435.540 jiwa sedangkan wanita berjumlah 425.055 jiwa.

Adapun batas-batasnya:

  1. Sebelah utara dibatasi oleh Laut Sabu;
  2. Sebelah selatan dibatasi oleh Laut Timor;
  3. Sebelah barat dibatasi oleh Laut Sabu dan Kabupaten Sumba Timur;
  4. Sebelah timur dibatasi oleh Kabupaten TTS dan Timor-Timur.

Adapun Kota dan Kabupate diatas dibagi dalam beberapa kecamatan sebagai berikut:

  1. 6 (enam) Kecamatan berada di Kota Kupang;
  2. 23 (dua puluh tiga) Kecamatan beerada di Kabupaten Kupang;
  3. 8 (delapan) Kecamatan berada di Kabupaten Rote Ndao;
  4. 6 (enam) Kecamatan berada di Kabupaten Sabu Raijua;

Ke-43 (empat puluh tiga) Kecamatan tersebut terletak yaitu: Pulau Rote, Sabu, Raijua, Ndao, Semau, dan sebagian besar di Pulau Timor yang merupakan letak Kota Kupang dan Kabupaten Kupang berada. Ke 43 (empat puluh tiga) Kecamatan teersebut adalah sebagai berikut:

  1. Yang masuk wilayah Kota Kupang adalah:
  • Kecamatan Kelapa Lima
  • Kecamatan Oebobo
  • Kecamatan Maulapa
  • Kecamatan Alak
  • Kecamatan Kota Lama
  • Kecamatan Kota Raja
  1. Yang termasuk wilayah Kabupaten Kupang adalah:
  • Kecamatan Amabi Oefeto
  • Kecamatan Amabi Oefeto Timur
  • Kecamatan Amarasi
  • Kecamatan Amarasi Timur
  • Kecamatan Amarasi Barat
  • Kecamatan Amarasi Selatan
  • Kecamatan Amfoang Barat Daya
  • Kecamatan Amfoang Barat Laut
  • Kecamatan Amfoang Selatan
  • Kecamatan Amfoang Utara
  • Kecamatan Amfoang Timur
  • Kecamatan Fatuleu
  • Kecamatan Fatuleu Barat
  • Kecamatan Fatuleu Tengah
  • Kecamatan Kupang Timur
  • Kecamatan Kupang Barat
  • Kecamatan Kupang Tengah
  • Kecamatan Nekemese
  • Kecamatan Semau
  • Kecamatan Semau Selatan
  • Kecamatan Takari
  • Kecamatan Taebanu
  • Kecamatan Sulamu
  1. Yang termasuk wilayah Rote Ndao adalah:
  • Kecamatan Rote Timur
  • Kecamatan Pantai Baru
  • Kecamatan Rote Tengah
  • Kecamatan Rote Selatan
  • Kecamatan Lobalain
  • Kecamatan Rote Barat Laut
  • Kecamatan Barat Daya
  • Kecamatan Busalangga
  1. Yang termasuk wilayah Sabu Raijua
  • Kecamatan Hawu Mehara
  • Kecamatan Raijua
  • Kecamatan Sabu Barat
  • Kecamatan Sabu Liae
  • Kecamatan Sabu Tengah
  • Kecamatan Sabu Timur
  1. Kabupaten Kupang

Kabupaten Kupang merupakan kabupaten yang paling selatan di Negara Republik Indonesia. Kabupaten ini memiliki 27 buah pulau, dan 18 buah pulau diantaranya telah bernama dan 9 buah pulau belum diberi nama. Sementara 5 buah pulau telah berpenghuni, yakni:

  1. Pulau Timor dengan luas 4.937,62 km2
  2. Pulau Sabu dengan luas 423,81 km2
  3. Pulau Semau dengan luas 246,66 km2
  4. Pulau Raijua seluas 36,97 km2
  5. Pulau Kera seluas 1,5 km2

Pulau Batek salah satu pulau terluar milik RI yang berada di Kabupaten Kupang yang berbatasan langsung dengan Negara Australia. Tampak ada mercusuar, sekarang ini telah dikerahkan anggota TNI untuk menjaganya. Sesekali waktu aparat TNI-AL berpatroli dalam kawasan ini.

  1. Wilayah Administrasi Kabupaten Kupang

Kabupaten Kupang yang terdiri dari 24 Kecamatan, dengan luas wilayah 5.431,23 km2 atau 543.123 ha, secara geografis Kabupaten Kupang terletak pada 121o 15’ BT-124o 11’ BT dan 90,19’ LS-10o,57’ LS dengan batas-batas wilayahnya:

  1. Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Sawu, Selat Ombai.
  2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudra Hindia.
  3. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten TTS dan Ambeno/Timor Leste.
  4. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Rote Ndao, Kabpaten Sabu Raijua dan Laut Sawu.

Luas wilayah Kabupaten Kupang seluas 53.958,28 km2 yang teerdiri dari wilayah daratan seluas 7.178,28 km2 dan wilayah laut seluas 46.780 km2 dengan garis pantai ± 492,4 km. Kabupaten Kkupang umumnya beriklim tropis dan kering yang juga cenderung dipengaruhi oleh angin dan dikategorikan sebagai daerah semi arid karena curah hujan yang relatif rendah dan keadaan vegetasi yang didominasi savana dan stepa.

  1. Perkembangan Wilayah dan Penduduk Muslim / Non Muslim

Pada tahun 1958 dengan Undang-undang Nomor 64 Tahun 1958, Provinsi Sunda Kecil dihapus dan dibentuk 3 daerah Swantara, yaitu Daerah Swantaara Tk I Nusa Tenggara Timur. Kemudian Undang-undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Tingkat II (Kabupaten) yang antaara lain Kabupaten Kupang. Dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Provinsi Nusa Tenggarra Timur Nomor 17 Tahun 1969 tanggal 12 Mei 1969 dibentuk wilayah Kecamatan yakni Kecamatan Kota Kupang.

Kecamatan Kota Kupang mengalami perkembangan pesat dari tahun ke tahun. Kemudian pada tahun 1978 Kecamatan Kota Kkkupang ditingkatkan statusnya menjadi Kota Administratif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1978, yang peresmiannya dilakukan pada tanggal 18 September 1978. Pada waktu itu Drs. Mesakh Amalo dilantik menjadi Walikota Administatif yang petama dan kemudian diganti oleh Letkol Inf. Semuel Kristian Lerik pada tanggal 26 Mei 1986 sampai dengan perubahan status menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Kupang. Perkembangan Kota Administratif Kupang sangat pesat selama 18 Tahun, baik di bidang fisik maupun non fisik.

Usulan rakyat dan Pemerintah Kota Administratif Kupang untuk merubah status menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Kupang disetujuioleh DPR RI dengan disahkannya ancangan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1996 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Kupang menjadi Undang-Undang pada tanggal 20 Maret 1996 dan ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia dan tertuang pada Lembaran Negara Republik indonesia Nomor 3632 Tahun 1996. Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Kukpang diresmikan oleh Mendagri Mohammad Yogi S. M. Pada tanggal 25 April 1996. Kemudian dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, maka Kotamadya Daerah Tingkat II Kupang berubah menjadi Kota Kupang.

Kota Kupang adalah sebuah Kotamadya dan sekaligus ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur, Kotamadya ini adalah kota yang tebesar di pesisir Teluk Kupang, di bagian barat laut pulau Timor. Sebagai kota terbesar di provinsi Nusa Tanggara Timur (NTT), Kota Kupang dipenuhi oleh berbagai suku bangsa. Suku yang signifikan jumlahnya di “Kota Kupang” adalah suku Timor, Rote, Sabu, Tionghoa, Flores, dan sebagian kecil pendatang dari Jawa.

Luas Wilayah Kota Kkkupang adalah 180,27 km2 dengan jumlah penduduk sekitar 450.000 jiwa (2010). Daerah ini terbagimenjadi 6 Kecamatan dan 50 Kelurahan. Jumlah penduduk sesuai agama yang dianut di Nusa Tenggara Timur bedasakan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2005 adalah sebagai berikut:

No

Propinsi

Agama

Total

Islam

Kristen

Katolik

Hindu

Budha

1.

Nusa Tenggara Timur

384.945

1.369.302

2.185.195

10.458

940

3.950.840

            Penduduk Kabupaten Kupang berjumlah 344.008 jiwa, dengan rinciannya Pria 171.613 jiwa dan Wanita 172.395 jiwa. Kepadatan penduduknya adalah 58 jiwa per km2. Sebanyak 47% dari jumlah penduduk ini adalah yang berusia 20 tahun kebawah.

            Menurut kepulauan Penduduk Kabupaten Kupang :

No

Kabupaten

Jumlah

Total

Laki-laki

Perempuan

1.

Timor

130.462

130.473

260.935

2.

Semau

7.093

7.276

14.369

3.

Sabu

30.327

31.353

61.680

4.

Raijua

3.548

3.476

7.024

5.

Jumlah

171.613

172.395

344.008

 

Komposisi menurut agama adalah:

Kristen Protestan          : 310.213 jiwa

Kristen Katholik          :   35.638 jiwa

Islam                            :     7.460 jiwa

Hindu                          :        235 jiwa

Budha                          :          38 jiwa

Dan lainnya                 :     9.202 jiwa

            Penduduk Kabupaten ini secara budaya terdiri atas empat budaya utama yaitu : Sabu (Sekalipun Sabu telah menjadi Kabupaten sendiri namun demikian etnis Sabu masih banyak yang mendiami daerah-daerah di Kabupaten Timor, Helong/Semau Rote (sealipun Rote telah menjadi Kabupaten sendiri namun demikian etnis Rote banyak yang mendiami daerah-daerah seperti Takari, Sulamu, Pitai, Kupang Tengah dan sebagainya). Sekalipun Rote dan Sabu telah mekar menjadi Kabupaten sendiri namun Pengadilan Agama belum terbentuk di masing-masing kabupaten tersebut.

  1. PERKEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
  2. Ketua

Adapun yang menjabat sebagai Ketua Pengadilan Agama Kupang, terhitung sejak berdirinya adalah sebagai berikut:

NO

NAMA

PERIODE

1.

Sayyid H. M. Alhabsyi

1972 - 1983

2.

Drs. Nurdin abubakar, SH

1983 - 1989

3.

Drs. Rahmat S. Wibawa

1989 – 1993

4.

Drs. H. Ahsin A. Hamid, SH

1993 – 1997

5.

Drs. Tahrir

1997 – 2002

6.

Drs. H. Akhmad Bisri M., MH

2002 – 2004

7.

Drs. H. Achmad Hanifah

2004 – 2005

8.

Drs. H. Nur Khazim, MH

2005 – 2008

9.

Drs. H. Sarwohadi, MH

2008 – 2010

10.

Drs. H. Saiful Heja, MH

2010 – 2012

11.

Drs. Muhamad Camuda, MH

2012 - Sekarang

 

  1. Wakil Ketua

Adapun yang menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Kupang, terhitung sejak berdirinya adalah sebagai berikut:

NO

NAMA

PERIODE

1.

Drs. H. Ahsin Abdul Hamid, SH

1990 – 1992

2.

Drs. H. Tahrir, MH

1997 – 1999

3.

Drs. Khamimudin, MH

2002 – 2008

4.

Drs. Moh Huda Najaya, MH

2008 – 2010

5.

Dra risana Yulinda, SH., MH

2012 – 2014

6.

Drs. Syarifuddin, MH

2014 - Sekarang

 

  1. Hakim

Adapun yang menjabat sebagai Hakim Pengadilan Agama Kupang, terhitung sejak berdirinya adalah sebagai berikut:

NO

NAMA

PERIODE

1.

Dra. Hj. sT. Syamsiah Mahrus

1993

2.

Drs. Nasiruddin

1994

3.

Drs. Santoso

1994

4.

Drs. Udin Najamuddin

1994

5.

Drs. Son H. Ali

1995

6.

Drs. Syaiful Heja

1995

7.

Drs. Imron Rosadi

1995

8.

Dra. Wiji Astuti

1995

9.

Drs. Syamsul Huda

2008

10.

Khoirul Anwar, S.Ag

2008

11.

H. Mukhlis, SH

2008

12.

Drs. Mukrim

2010

13.

Drs. Edi Suwarsono, MH

2012

14.

Drs. H. Sartono

2012

15.

Rasyid Muzhar, S.Ag.,MH

2012

16.

Sutaji, MH

2012

17.

Moh. Rivai, S.Ag., MH

2015

18.

Muhammad Syauky S. Dasy, S.Ag., MH

2015

19

Aris Habibuddin Syah, S.Ag., MH

2015

 

  1. Panitera / Sekretaris

Adapun yang menjabat sebagai Panitera / Sekretaris Pengadilan Agama Kupang, terhitung sejak berdirinya adalah sebagai berikut:

NO

NAMA

PERIODE

1.

Drs. Zainal Arifin, MH

1988 – 1995

2.

Drs. H. Nangim, MH

1997 – 2000

3.

h. ma’sum Umar, SH., MH

2000 – 2006

4.

Drs. M. Sidiq, MH

2006 – 2013

5.

Drs. Zubair, MH

2014– 2015

 

  1. Kepaniteraan

Adapun yang menjabat pada Kepaniteraan Pengadilan Agama Kupang sebagai berikut:

NO

NAMA

JABATAN

1.

Drs. Zubair, MH

Panitera

2.

Fatimah Mahben, S.Ag., MH

Panmud gugatan

3.

Maryam Abubakar, SH

Panmud Hukum

4.

Hj. Siti Aminah, BA

Panmud Permohonan

5.

Abdullah Umar, S.H.I

Panitera Pengganti

6.

Erni Sumarni, S.H.I., MH

Panitera Pengganti

7.

Siti Ruslina, S.H.I

Panitera Pengganti

8.

E. Farihat Fauziah, S.Ag., MH

Panitera Pengganti

 

  1. Kesekretariatan

Adapun yang menjabat pada Kesekretariatan Pengadilan Agama Kupang sebagai berikut:

NO

NAMA

JABATAN

1.

Rofian, S.H.I., MH

Sekretaris

2.

Nuraini Mahmud, SE

Kasubbag. Umum & Keuangan

3.

Lalu Mansub

Kasubbag. Kepegawaian & Ortala

4.

Aisyah, S.Kom., MH

Kasubbag. Perencanaan, TI, & Pelaporan

5.

Sahrim

Staf Umum & Keuangan

6.

Wahyu Ardiansyah

Staf Kepegawaian & Ortala

7.

Heruyadi Sofian

Bendahara

 

Berita PA

Jam Pelayanan

Kami melayani masyarakat selama lebih kurang 8 jam

  • Senin-Kamis: 08.00 sampai 16.30
  • Jumat: 07.30 sampai 16.30
  • Sabtu dan Minggu: Libur

Pengunjung Web

Hari ini 13

Kemarin 14

Minggu ini 13

Bulan ini 168

Semuanya 614

Kubik-Rubik Joomla! Extensions

Link Online

Go to top

Copyright @ 2017 Pengadilan Agama Kupang

Nusa Tenggara Timur